Hari Juang Kartika, Mengenang Sejarah Palagan di Ambarawa

Hari Juang Kartika, Mengenang Sejarah Palagan di Ambarawa - Selamat datang di blog Ticiamis - Pusat Informasi Pendidikan dan Kesehatan, Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan sebuah artikel yang berjudul Hari Juang Kartika, Mengenang Sejarah Palagan di Ambarawa, saya berharap Artikel Definisi dari, Artikel Hari Juang Kartika, Artikel Pelajaran Sekolah, Artikel Sejarah, Artikel TNI, dapat memberikan apa yang sedang Anda cari.

Judul : Hari Juang Kartika, Mengenang Sejarah Palagan di Ambarawa
link : Hari Juang Kartika, Mengenang Sejarah Palagan di Ambarawa

Baca juga


Hari Juang Kartika, Mengenang Sejarah Palagan di Ambarawa

Dalam rangka memperingati Hari Juang Kartika TNI Angkatan Darat Ke-73, tepatnya pada tanggal 15 Desember 2018 dimana ini merupakan bagian dari sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia khususnya perjalanan Korps Infanteri TNI AD sengaja pengertian definisi arti membahas mengenai ini semoga kita dapat memaknai peringatan ini sebagai mementum meningkatkan nilai juang juga nasionalisme kepada negeri tercinta Indonesia.

Tujuhpuluh Tiga tahun yang lalu, terjadi peristiwa sejarah yang cukup menggemparkan dunia yakni pertempuran di Palagan Ambarawa Jawa tengah, pertempuran rakyat melawan Belanda dibawah pimpinan Panglima Besar Jenderal Sudirman. Saat itu, TNI Angkatan Darat lahir dengan berbekal semangat dan militansi yang tinggi dari seluruh prajurit, tidak ada senjata dan teknologi yang canggih sebagaimana dimiliki penjajah ketika itu, tetapi tekadnya hanya satu, bangsa ini harus menjadi bangsa yang merdeka, berdaulat adil dan makmur setara dengan bangsa-bangsa merdeka lainnya di dunia. Semangat dan tekad yang diperlihatkan para pejuang bersama-sama rakyat pada Palagan Ambarawa, semangat dan tekad yang menggaungkan TNI dan Negara Kesatuan Repbublik Indonesia ke seluruh penjuru dunia, masih tetap eksis, tetap kokoh dan siap mempertahankannya sampai titik darah penghabisan dari segala usaha yang akan menghancurkannya.

Mengutip Pesan Jenderal Sudirman dalam kata-kata mutiara/ Quotesnya "Prajurit bukanlah tentara sewaan dan bukan tentara bayaran, politik tentara adalah politik negara, dan loyalitas tentara hanya untuk kepentingan bangsa dan negara". Dari Kata kata bijak Hari Juang Kartika (HJK) tersebut artinya sejak lahir TNI tidak berpolitik praktis sehingga tidak terkotak-terkotak dalam berbagai kepentingan, dan loyalitas TNI adalah loyalitas tegak lurus sesuai jenjang hirarki mulai dari pimpinan paling rendah sampai dengan presiden selaku Panglima Tertinggi TNI serta wajib bagi TNI untuk mendukung sepenuhnya kebijakan pemerintah dalam menjalankan program pembangunan.

Hari Juang Kartika, Mengenang Sejarah Palagan di Ambarawa



Sejarah Singkat Hari Juang Kartika TNI Angkata Darat


Menurut perjalanan sejarahnya, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat Merupakan Salah satu komponen bangsa yang bertugas menjaga kedaulatan serta keutuhan wilayah daratan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kelahiran TNI angkatan Darat bersamaan dengan kelahiran TNI, dimana pada tanggal 5 Oktober 1945 pemerinta Republik Indonesia mengeluarkan maklumat tentang peresian pembentukan Tentara Kebangsaan yang semula berbentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR) menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

TKR bertugas untuk mengamankan negara dan rakyat dari gangguan tentara pendudukan Inggris dan NICA, pada saat itu TKR yang berintikan Unsur Darat juga telah mempunyai Unsur laut, Udara dan Kepolisian. Disamping TKR dibentuk juga LAskar Rakyat sebagai organisasi perlawanan rakyat demi tegaknya Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 seperti TRIP (Tentara Republik Indonesia Pelajar), TP (Tentara Pelajar) dan lain-lain.

Dengan penetapan Pemerintah Nomor 2 tanggal 12 Januari 1946 nama Tentara Keamanan Rakyat dirubah menjadi Tentara Keselamatan Rakyat yang bertugas pokok menyelamatkan negara Republik Indonesia dn rakyatnya dari bahaya penjajah.

Selanjutnya pada tanggal 25 Januari 1946 TKR berubah menjadi TRI (Tentara Republik Indonesia) yang terdiri dari unsur TRI Darat, TRI Laut, dan TRI Udara. Pada tanggal 5 Mei 1947 Presiden Republik Indonesia menyatukan Laskar dan Barisan Rakyat Bersenjata kedalam TRI Darat sehingga namanya menjadi TNI ADRI. Perkembangan berikutnya tahun 1969, ADRI bergabung kembali dengan AL, AURI dan POLRI untuk berbentuk Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) yang dinamakan ADRI dan kemudia menjadi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).

Sejak tanggal 1 April 1999 bersamaan dengan terpisahnya Polri dan ABRI. Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara bergabung menjadi TNI yang dipimpin Panglima TNI.

Berdasarkan keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 163 tahun 1999 tanggal 14 Desember 1999, tanggal 15 Desember ditetapkan sebagai Hari Juang Kartika TNI Angkatan Darat.


Pertempuran Palagan Ambarawa


Sejarah pertempuran Palagan Ambarawa pada tanggal 12 Desember - 15 Desember 1945 di Ambarawa. Pasukan Sekutu yang terdesak dari Magelang mengadakan pengunduran ke Ambarawa, dan pasukan TKR yang dipimpin Kolonel Soedirman berhasil menghancurkan Sekutu pada tanggal 15 Desember 1945.

Pertempuran ambarawa ini terjadi antara TKR dan pasukan Inggris. Peristiwa itu berawal dari kedatangan tentara sekutu di semarang tanggal 20 Oktober 1945. Tujuan semula pasukan itu adalah mengurus tawanan perang. Akan tetapi, ternyata diboncengi oleh NICA yang kemudian mempersenjatai para tawanan.

Di Ambarawa tanggal 20 Oktober 1945 pecahlah pertempuran antara TKR yang dipimpin mayor Sumatro dengan tentara serikat. Dalam pertempuran itu gugur tokoh-tokoh seperti Letkol Isdiman, Komandan Rasimen Banyumas. Dengan gugurnya Kolonel Isdiman, Komando pasukan diambil alih oleh Letnan Kolonel Sudirman yang saat itu menjabat sebagai Panglima divisi Banyumas.

Pasukan serikat menggunakan para tawanan Jepang yang telah dipersenjatai untuk ikut bertempur. Mereka juga mengerahkan tang dan senjata berat lainya. Pada tanggal 12 Desember 1945, pasukan Indonesia melancarkan serangan serentak. Setelah bertempur selama empat hari, Akhirnya pasukan Indonesia berhasil mengusir tentara serikat dari Ambarawa dan memukul mundur mereka sampai Semarang.

Untuk mengenang perjuangan tersebut berdirilah Monumen Palagan Ambarawa. Monumen ini merupakan simbol untuk mengenang sejarah pertempuran Palagan Ambarawa tersebut. Monumen Palagan Ambarawa dibangun pada tahun 1973 dan diresmikan pada 15 Desember 1974 oleh Presiden Soeharto. Gambaran singkat sejarah pertempuran bisa dilihat pada relief yang dibuat pada dinding Monumen Palagan Ambarawa.

Di monumen ini Anda dapat menemukan peninggalan pemerintahan Jepang dan Belanda. Anda dapat melihat seragam para tentara Jepang dan Belanda, senjata perang, seragam tentara Indonesia, dan barang bersejarah lain. Untuk ukuran yang agak besar, Anda dapat menemukan beberapa tank kuno, kendaraa angkut personil dan meriam yang digunakan dalam pertempuran tersebut. Yang paling menarik adalah kita dapat menemukan pesawat Mustang Belanda yang berhasil ditembak jatuh ke dalam Rawa Pening.


Makna Hari Juang Kartika


Memaknai HJK. Peringatan hari jadi TNI AD "Hari Juang Kartika" merupakan suatu sarana untuk mengenang kembali sejarah lahirnya TNI AD sehingga diharapkan dapat memupuk semangat dan jiwa korsa prajurit-prajurit TNI AD dalam meningkatkan pengabdian kepada negara dan bangsa.

Ini juga dapat dimaknai bahwa Peringatan Hari Juang Kartika setiap tahun termasuk di 2018, merupakan momentum strategis bagi TNI AD untuk mengekspresikan diri tentang peran yang diberikan oleh negara dalam rangka mewujudkan TNI AD yang profesional, berdisiplin tinggi, jago perang, jago tembak, jago beladiri dan memiliki fisik yang prima sebagai pengabdian.

Selain itu Peringatan Hari Juang Kartika bertujuan untuk melestarikan tradisi juang prajurit TNI AD sekaligus untuk menunjukkan pengabdia TNI dengan rakyat, sesuai dengan tema Hari Juang Kartika Tahun 2018, TNI AD Mengabdi dan Membangun Bersama Rakyat.

Sebagaimana yang di ucapkan Jenderal besar Soedirman, "Tentara bukan merupakan suatu golongan diluar masyarakat, bukan suatu Kasta yang berdiri diatas masyarakat, tentara tidak lain dan tidak lebih dari salah satu bagian masyarakat yang mempunyai kewajiban tertentu. Tentara hanya mempunyai kewajiban satu ialah mempertahankan kedaulatan negara dan menjaga keselamatannya, sudah cukup kalau tentara teguh memegang kewajiban ini. Lagi pula sebagai tentara disiplin harus dipegang teguh. Tunduk kepada pimpinan atasannya, dengan ikhlas mengerjakan kewajibannya, tunduk kepada perintah pimpinannya, inilah yang merupakan kekuatan dari suatu tentara."



Kata-Kata Mutiara Hari Juang Kartika


Selain ucapan selamat Hari Juang Kartika untuk memotivasi serta memaknainya lebih mendalam, banyak terdapat kata-kata sebagai Amanat Jenderal besar Soedirman yang selalu dibacakan Inpspektur Upacara pada setiap peringatan HJK yang dilaksanakan pada setiap tanggal 15 Desember setiap tahun. Adapun kata-kata Mutiara (Quotes) perjuangan tersebut.

Tentara bukan merupakan suatu golongan diluar masyarakat, bukan suatu Kasta yang berdiri diatas masyarakat, tentara tidak lain dan tidak lebih dari salah satu bagian masyarakat yang mempunyai kewajiban tertentu. Tentara hanya mempunyai kewajiban satu ialah mempertahankan kedaulatan negara dan menjaga keselamatannya, sudah cukup kalau tentara teguh memegang kewajiban ini. Lagi pula sebagai tentara disiplin harus dipegang teguh. Tunduk kepada pimpinan atasannya, dengan ikhlas mengerjakan kewajibannya, tunduk kepada perintah pimpinannya, inilah yang merupakan kekuatan dari suatu tentara.

Kamu sekalian telah bersumpah bersama-sama dengan rakyat seluruhnya akan mempertahankan kedaulatan Negara Republik Kita dengan segenap harta benda dan jiwa raganya. Jangan sekali-kali diantara tentara kita ada yang menyalahi janji, menjadi penghianat nusa, bangsa dan agama. Harus kamu senantiasa ingat bahwa tiap-tiap perjuangan tentu memakan korban, tetapi kamu sekalian telah bersumpah ikhlas mati sebagai kesumah bangsa. - Meskipun kamu mendapat latihan jasmani yang sehebat-hebatnya tidak akan berguna jika kamu mempunyai sifat menyerah. Tentara akan timbul dan tenggelam bersama-sama negara.

Anak-anakku Tentara Indonesia, kamu bukanlah serdadu sewaan, tetapi prajurit yang berideologi yang sanggup berjuang dan menempuh maut untuk keluhuran tanah airmu. Percayalah dan yakinlah, bahwa kemerdekaan suatu negara yang didirikan di atas himpunan runtuhan ribuan jiwa, harta benda dari rakyat dan bangsanya, tidak akan dapat dilenyapkan oleh manusia siapapun juga. Berjuang terus, Insya Allah Tuhan melindungi perjuangan suci kita.

Janji sudah kita dengungkan, tekad sudah kita tanamkan, semua ini tidak akan bermanfaat bagi tanah air kita, apabila janji dan tekad ini tidak kita amalkan dengan amalan yang nyata.

Robek robeklah badanku, potong potonglah jasadku ini, tetapi jiwaku yang dilindungi benteng merah putih akan tetap hidup, tetap ,menuntut bela, siapapun lawan yang kuhadapi - Jendral Sudirman Quotes

Akhir kata saya mengucapkan Dirgahayu Hari Juang Kartika tahun 2018 yang ke-73.

Demikian pembahasan mengenai Hari Juang Kartika untuk Mengenang Sejarah Palagan Ambarawa semoga bermanfaat!!




Daftar Pustaka

Sejarah Hari Juang Kartika. https://majalah.tni.mil.id/id-read.php?d=2015-12-03

Tema, Banner, Ucapan Selamat dan Gambar Logo Hari Juang Kartika TNI AD Ke-73 Tahun 2018 Indonesia. https://cgtrend.blogspot.com/2018/12/tema-banner-ucapan-selamat-dan-gambar-logo-hari-juang-kartika.html

Kata-Kata Mutiara dalam Ucapan Selamat Hari Juang Kartika 15 Desember. https://sertapuisi.blogspot.com/2018/12/kata-mutiara-dalam-ucapan-selamat-hari-juang-kartika-15-desember.html

Monumen Palagan Ambarawa. https://id.wikipedia.org/wiki/Monumen_Palagan_Ambarawa

Definisi





Demikian Artikel Tentang Hari Juang Kartika, Mengenang Sejarah Palagan di Ambarawa

Semoga artikel Hari Juang Kartika, Mengenang Sejarah Palagan di Ambarawa kali ini, dapat memberi manfaat untuk Anda semua. Sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sedang membaca artikel Hari Juang Kartika, Mengenang Sejarah Palagan di Ambarawa link https://ticiamisasik.blogspot.com/2018/12/hari-juang-kartika-mengenang-sejarah.html